Rabu, 02 November 2011

‎::: Kisah Tragis Penunggang Kuda :::



   Seorang Kaisar yang hidup di suatu masa, suatu hari berkata kepada seorang anggota barisan berkudanya yang terkenal termapil dan sangat tangkas dalam berkuda, akan memberikan semua wilayah yang berhasil ditempuh si pengunggang kuda. Tawara Kaisar langsung diterima. Dengan gesit di penunggang kuda itu melompat ke atas kudanya. Lalu memacu kudanya untuk lari secepat mungkin agar bisa menjangkau wilayah seluas mungkin.

Si pengunggang uda itu tak mau kehilangan waktu sedikit pun dan mau terus saja menunggang kudanya. Kendati pun lapar dan lelah, ia tak mau berhenti untuk makan, minum dan istirahat. Ia terus memacu kudanya tanpa mengenal lelah. Sampai akhirnya badannya tak sanggup lagi dan dia jatuh tersungkur ke tanah. Ia sangat lelah, samapai bernafas pun susah.

Dalam keadaan sekarat, pengunggang kuda itu bertanya kepada dirinya sendiri. “ mengapa saya memaksa diri begitu keras untuk mendapatkan tanah yang seluas mungkin?. Sebentar lagi saya akan meninggal . saya tak akan bisa menikmati tanah seluas ini. Untuk menguburkan diri saya hanya perlu tanah sedikit saja.”
***
Dalam perjalanan hidup ini, kadang kita terlalu memaksa diri seperti penunggang kuda tersebut. kita sekeras mungkin untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang lebih besar, kedudukan yang lebih tinggi, dan mendapatkan penghargaan kita mengabaikan kesehatan. Tidak menyediakan waktu untuk keluarga. Tidak menikmati keindahan yang ada di sekitar kita dan meninggalkan hoby atau kegemaran kita, kita terus kerja keras sampai suatu hari, ketika melihat kebelakang, kita sadar, kita benar-benar tidak memerlukan sebanyak itu. Hanya saja, di saat itu, kita tak bisa lagi memutar balik jarum jam untu meraih kembali apa yang hilang.

Hidup bukan hanya saja untuk cari uang, mendapatkan kekuasaan dan penghargaan. 

Jangan hidup untuk kerja, tapi kerja untuk hidup. Cari keseimbangan antara bekerja, rekreasi, waktu untuk keluarga dan untuk diri sendiri. Tentukan prioritas. Hidup ini singkat. Hidup itu rapuh. Hargai hidup dan jangan sia-siakan. Tujuan hidup adalah untuk bahagia. Nikmati keindahan dan kebahagiaan hidup. Kehilangan hidup berarti kehilangan smuanya. Selamat menikmati hidup.

(dari kisah inspirasional tabloid Aura )

Selasa, 01 November 2011

Apakah jodohnya penzina juga?




Adakah seorang gadis yang pernah membuat zina, tetapi telah bertaubat dengan sesungguhnya (taubat nasuha) akan mendapat jodoh penzina juga? Sedangkan dia benar-benar telah bertaubat dan berusaha menjadi wanita solehah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, jika seseorang sudah bertaubat dengan sebenar-benarnya (taubat nasuha), nescaya bukti nyata dan jelas akan hasil taubatnya yang tulen adalah dengan perubahan seluruh gaya hidupnya yang berkaitan hubungan lelaki dan wanita.
Jika seseorang mendakwa atau merasa diri sudah bertaubat, namun gaya hidup lamanya seperti :
  1. Rutin hubungan kawan dan rakan dengan lelaki masih aktif.
  2. Masih keluar makan, berjalan berdua-duaan dengan lelaki samada urusan kerja atau peribadi.
  3. Masih ber’boyfriend’ aktif dengan dating dan chatting intim di malam hari, cuma kononnya kali kini dengan seorang ‘ustaz’ atau seseorang yang ‘jaga solat lima waktu’.
Maka, peluang untuk mendapat suami penzina akan terbuka luas seperti dahulu.
Taubatnya mestilah dengan perubahan ketara dalam semua gaya hidup dan cara hubungannya dengan lelaki. Cara pakaiannya juga sepatutnya berubah, mungkin dari membuka aurat kepada tutup, dari tutup separa kepada tutup penuh, dari tudung glamour munafiq (hakikatnya membuka aurat) kepada tudung muslimah sejati. Hanya dengan demikian, mata-mata lelaki soleh akan mula melihat dan masuk menghantar wakil kepada ibu bapanya.
Mata Lelaki Soleh
Mata lelaki soleh tidak ingin melihat kepada wanita yang bercampur baur dengan teman lelaki sekerja, ‘bertepuk bertampar’, bergurau senda, berdating sana sini dan berdua-duaan. Kecuali mata lelaki ‘soleh’ luarannya (penampilan fizikalnya) namun ‘tidak soleh’ dalamannya, mereka yang seperti ini akan terus berminat kepada mana-mana jenis wanita.
Lelaki Zina Untuk Perempuan Zina?
Allah s.w.t berfirman: “Lelaki-lelaki yang berzina tidak akan mengahwini melainkan wanita yang berzina, atau wanita musyrik dan wanita yang berzina tidak akan mengahwini lelaki kecuali yang berzina atau musyrik.” (Surah An-Nur : 3)
Dalam ayat lain firman Allah s.w.t: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki-lelaki yang keji, dan lelaki-lelaki keji adalah untuk wanita-wanita yang keji, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik.” (Surah An-Nur : 26)
Ayat di atas menyebabkan ulama berbeza pandangan dalam hal berkahwin dengan sesorang yang telah berzina. Ayat di atas secara sepintas lalu, kelihatan mengharamkan berkahwin dengan kumpulan penzina ini kecuali seorang penzina juga.
Walaubagaimanapun, menurut pandangan yang terkuat; hukum ayat di atas telah di ‘nasakh’ kan dengan ayat yang mengharuskan berkahwin dengan semua muslim dan muslimah yang masih boleh berkahwin. Iaitu ayat surah An-Nur ayat 32 . Ia adalah pandangan majoriti ulama. (Al-Jami’ li Ahkamil Quran, Al-Qurtubi, 6/112 ; cet Dar al-Kutub al-Ilmiah)
Perlu diingat juga, terdapat sesetengah keadaan Allah s.w.t memberikan jodoh lelaki atau wanita ‘jahat’ kepada individu yang baik atau amat baik. Ia juga tidak bercanggah dengan ayat di atas.
Hikmah yang Allah Maha Mengetahui. Amat besar kemungkinan yang soleh tersebut berjaya menjadi lebih soleh dan musleh (membantu menjadikan seseorang itu menjadi soleh) apabila mendapat pasangan kurang baik. Lantaran pengaruh dan kekuatannya, hingga beliau menjadi semakin tinggi martabatnya di sisi Allah manakala pasangannya yang jahat menjadi soleh dan solehah.
Tatkala itu, pasangan individu kurang baik boleh sahaja menjadi anugerah terbesar buat sebilangan individu yang terpilih menjadi lebih baik dengannya. Namun boleh berlaku juga sebaliknya, yang jahat bertambah ultranya, yang baik merudum jatuh. Nauzubillahi min zalik (semoga kita dijauhkan daripadanya).
Artikel oleh: Ustaz Zaharuddin

Minggu, 30 Oktober 2011

SAAT KU BERWUDHU



   Saat kubersihkan MULUTKU, seharusnya KUSADAR bahwa kubersihkan dan kujaga MULUTKU dari OMONGAN yang memfitnah, menggunjing, membuka aib orang lain, mengumpat dan memanggil seseorang dengan perkataan buruk.
:

Saat kucuci LUBANG HIDUNGKU, seharusnya KUSADAR bahwa kubersihkan dan kujaga LUBANG HIDUNGKU dari setiap NAFAS yg melupakan NIKMAT & SYUKUR akan kehidupanku kepada Allah SWT.

Saat kubasuh MUKAKU, seharusnya KUSADAR bahwa kubersihkan dan kujaga MATAKU dari PANDANGAN yang MAKSIAT dan NAFSU, dan kubersihkan WAJAHKU dari SENTUHAN yang bukan muhrimku.

Saat kubasuh TANGANKU, seharusnya KUSADAR bahwa kubersihkan dan kujaga TANGANKU dari perbuatan MENGAMBIL dan MEMEGANG yang BUKAN hak ku, menyalahkan orang lain, dan MEMUKUL seseorang dg dzalim.

Saat kubasuh KEPALAKU, seharusnya KUSADAR bahwa kubersihkan dan kujaga OTAKKU dari PIKIRAN KOTOR dan MAKSIAT, ANGAN-ANGAN kosong, PRASANGKA BURUK terhadap manusia dan Allah,

Saat kubasuh TELINGAKU, seharusnya KUSADAR bahwa kubersihkan dan kujaga TELINGAKU dari PENDENGARAN OMONGAN BURUK dan TIDAK BERMANFAAT, dan SUARA yang MENGAJAK pada KESESATAN.

Saat kubasih KAKIKU, seharusnya KUSADAR bahwa kubersihkan dan kujaga KAKIKU dari LANGKAH-LANGKAH yang MENUJU ke tempat-tempat MAKSIAT, MENGINJAK dan MENENDANG seseorang dengan DZALIM.

Berdoalah disetiap sentuhan WUDHU yang dilakukan, agar Allah senantiasa membersihkan dosa-dosa perbuatan fisik kita, dan selalau menjaga kesucian wudhu kita.

“Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yg bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang bersuci”.

Semoga aku dapat  "BERWUDHU" dengan sebenar-benarnya, Amin.  Wallahu'alam

~Bang Salman ~

::: GAGAL ITU PENTING :::




Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita.Adakah orang yang tidak pernah satu kalipun mengalami kegagalan dalam hidup? Bisa dipastikan tidak ada seorangpun.
Beragam sikap muncul dalam menghadapi kegagalan. Banyak mantra semangat yang disampaikan untuk menghibur kawan yang gagal bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda atau kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Kalimat semangat seperti itu sering kita sampaikan lantaran tidak tahu apa yang harus kita katakan. Walaupun disampaikan dengan ketulusan, kalimat tersebut diperlukan hanya sekedar untuk menghibur diri.


Sebenarnya apa yang kita lakukan tidaklah sia-sia . Memiliki perbendaraan kalimat semangat dan pandangan positif tentang kegagalan merupakan benteng kokoh untuk menghadapi serangan ‘virus
Kegagalan ‘ dalam hidup.
Sejarah menunjukkan ribuan bukti kesuksesan seseorang. Banyak tokoh dunia sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal, melainkan karena mereka tahu bagaimana harus merespon , berpikir, bertindak, dan menyikapi kegagalan dengan jiwa seorang pemenang.

Jatuh bangun adalah proses biasa dalam meraih kesuksesan. Untuk sampai dipuncak gunung seseorang harus mendaki. Namun tidak sedikit orang yang tenggelam dalam perasaan gagal serta menyalahkan diri dan semua yang ada dihadapannya atas semua yang dialaminya.

Janganlah kita hanya bermimpi untuk mendapatkan sesuatu yang dicita-citakan . Jika saat ini kita bercita-cita mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi hanya dengan satu kali proses lamaran, kita harus bersiap untuk menghadapi kemungkinan lain. Kita tidak berharap gagal, namun kemungkinan itu pasti ada. Menyiapkan diri lebih baik bagi anda daripada hanya berbekal semangat saja. Berputus asa bukanlah pilihan. Masih sangat banyak pilihan lain yang dapat kita lakukan untuk menyiasati situasi sulit.

Kegagalan itu penting jika kita memiliki persepsi dan sikap yang tepat mengenai kegagalan. Banyak orang berpikir bahwa orang-orang sukses adalah mereka yang selalu berhasil dalam setiap usahanya dan orang yang mengalami kegagalan tidak mungkin meraih keberhasilan. Seseorang dikatakan gagal jika ia memutuskan menyerah sebelum berusaha.

BAGAIMANA CARA KITA MENYIKAPI KEGAGALAN?

Kegagalan tidak berhak merenggut motivasi dan semangat kita untuk berkarya. Kegagalan dapat dilihat sebagai salah satu jalan yang mendekatkan diri kepada keberhasilan. Masih banyak cerita orang-orang sukses yang berhasil bangkit kembali dari kegagalan. Jadi siapa bilang kegagalan itu berarti kiamat? Kegagalan itu justeru penting agar kita selamat. ***


BC 

KEADILAN



Seorang putera Raja yang baru berumur 7 tahun mengadu kepada Penasehat Kerajaan khusus untuk putra-putri Raja.

"Saya merasa diperlakukan tidak adil," katanya.

"Siapa yang memperlakukanmu tidak adil, anakku?" kata Sang Penasehat menanggapi putera Raja itu.

"Raja!" jawabnya singkat.

"Apa yang engkau rasakan sebagai ketidak-adilan?" kata Sang Penasehat.

"Raja selalu membeda-bedakan pemberiannya kepadaku dan adikku!" kata putera Raja itu masih dengan emosi.

"Jadi, menurutmu?" lanjut Sang Penasehat.

"Supaya adil, Raja harus memberikan barang yang sama kepada kami berdua!"katanya, "Kemarin Raja menghadiahi adikku kuda putih sedangkan aku kuda cokelat biasa! "

Sang Penasehat tersenyum saja mendengar "protes" putera Raja yang masih belia itu. Namun demikian dengan bijak ia menanggapi, "Baik, nanti Paman akan membicarakannya dengan Baginda, anakku," kata Sang Penasehat.

Singkat cerita, Raja kemudian mengikuti nasehat yang diberikan Penasehat Khusus putera-puteri Raja itu dengan selalu memberikan barang yang sama untuk kedua puteranya.

Setelah sekian lama berlangsung, putera Raja itu kembali datang menemui Sang Penasehat dan berkata,

"Ini tidak adil!" katanya.

"Apalagi anakku?" kata Sang Penasehat.

"Saya dihadiahi celana yang ukurannya sama dengan adikku! Bagaimana aku bisa memakainya?!" katanya emosi, sementara Sang Penasehat tersenyum tenang.

"Jadi anakku, menurutmu keadilan itu apa sekarang?"

"Raja harus memberikan ukuran celana yang sesuai dengan ukuran masing-masing!" katanya ketus.

"Jadi, itu keadilan?"

"Iya!" jawab putera Raja itu.

Sambil memeluk anak itu, Sang Penasehat itu berkata,
"Anakku, sejauh kamu masih mencari dan mempertanyakan soal keadilan, maka kamu tidak akan pernah menemukannya. Keadilan itu bukan dikejar atau diberikan, keadilan akan ada kalau semua orang bersama-sama menciptakannya. Keadilan tidak datang kalau engkau hanya melihat kepentingan diri sendiri, keadilan akan hadir hanya kalau semua orang membuka hatinya untuk memikirkan orang lain juga."

::: Biarkan Cinta Itu Bermuara Dengan Sendirinya :::




Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima kehadiran kapalmu!

Kalau dulu memang pernah ada satu pelabuhan kecil,
yang kemudian harus kau lupakan, mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau, buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu, rumah dan pelabuhan hatimu

Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga...Saat seseorang itu pun hilang begitu saja...
Masih ada setangkup harapan agar dia kembali...
Walaupun ada kata2 dan  sikapnya yang menyakitkan hati...
Akan selalu ada beribu kata maaf untuknya...
Masih ada beribu penantian walau tak pasti...
Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yg dicari
sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain.

Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya.
Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia???
Masih ada sejuta asa, sejuta makna, dan masih ada pijar bintang & mentari yang akan selalu bercahaya di lubuk jiwa dengan bermakna dan bermanfaat bagi sesama...

Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya...
Disaat yang tepat...Dengan seseorang yang tepat...
Dan pilihan yang tepat...
Hanya dari Allah SWT disaat dihalalkannya dua manusia
untuk bersatu dalam ikatan pernikahan yang barokah...

~ Cermin hati ~
by :Violet Senja 

::: Dua Kolam Air :::



Kolam itu tampak begitu jernih airnya.

Berasal dari berbagai aliran air yang bertemu.
Ada aliran yang dari bukit, sawah dan sungai.
Air hujan pun tidak ketinggalan ikut bergabung.

Seorang laki-laki  tua berjalan mendekati.
Mengambil air dengan ember plastiknya.
Di gunakan untuk mandi dan mencuci bajunya.
Tubuh renta itu tampak begitu segar.

Diperjalanan pulangnya laki-laki  itu berhenti
Disebuah kolam yang tampak seperti sumur.
Tidak ada aliran air yang masuk kedalamnya.
Hanya sumber air dari bebatuan di dalamnya.

Laki-laki mengambil air dari sumber mata air itu.
Tubuh tua itu pun terseok membawa air itu pulang.
Di masukkannya air itu kedalam kendi lalu diminumnya.
Wajah laki-laki tua itupun tampak segar kembali.

Ketika saya bertanya, Apa beda kedua kolam itu.
Laki-laki  tua itu tersenyum, Sambil berkata pelan.
Kolam pertama, Itu adalah AKAL mu.
Dan kolam ke dua, Itu adalah HATI mu.

Air yang masuk kekolam itu adalah ILMU mu.
Air yang keluar dari batu itu adalah IMAN mu.
ILMU mu untuk MEMPERMUDAH langkah mu.
IMAN mu untuk MELURUSKAN jalan mu.

TETAPI JIKA KAMU HARUS MINUM
PILIH AIR YANG KELUAR DARI BATU
KARENA AIR ITU TIDAK HANYA JERNIH
TETAPI JUGA LEBIH BERSIH DAN JUJUR


By : Demsycoupers Bours

Sabtu, 29 Oktober 2011

TERSENYUM SEJENAK SAMBIL MENGAMBIL HIKMAHNYA

:

SEORANG SUAMI IRI DENGAN ISTERINYA :

Seorang lelaki berdoa: "Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami."

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut, terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci.
Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak.

Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya.

Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon.
Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih ada'pekerjaan- pekerjaan kecil lainnya' yang harus dikerjakan.

Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi."

Tuhan menjawab:

"Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil."

Selasa, 25 Oktober 2011

Jarak Antara Dua Hati?



Suatu hari seorang  guru bertanya kepada murid-muridnya, “Mengapa ketika seseorang sedang  marah, dia akan bercakap dengan suara kuat atau berteriak?”
Seorang murid setelah berfikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, “Kerana dia telah hilang sabar, oleh itu dia berteriak.”
“Tapi…” guru bertanya kembali
“Orang yang dimarahinya hanya berada dekat dengannya. Mengapa perlu berteriak? Kenapa dia tak  berbicara secara lembut?”

Hampir semua murid memberikan pelbagai alasan yang dirasakan logik menurut  mereka. Namun tiada satu pun  jawapan yang memuaskan.
Maka guru berkata, “Ketika dua orang sedang berada dalam  kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walaupun  secara luaran mereka begitu dekat. Oleh itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.
Namun anehnya, semakin kuat mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara mereka  menjadi lebih jauh lagi. Kerana itu mereka terpaksa berteriak lebih kuat dan keras lagi.”

Guru masih melanjutkan, “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?
Mereka tidak berteriak, mereka berbicara dengan suara yang keluar dari mulut mereka dengan begitu perlahan dan kecil. Seperlahan bagaimana pun, kedua-duanya masih dapat mendengar  dengan begitu jelas.
Mengapa demikian?” Guru bertanya sambil memerhatikan muridnya.
Mereka kelihatan berfikir panjang namun tiada seorang pun yang berani memberikan jawapan. “Kerana hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak.  Sepatah kata pun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

 Ketika kita sedang dilanda kemarahan, janganlah hati kita mencipta jarak. Lebih – lebih lagi  mengucapkan kata-kata yang mendatangkan jarak hati diantara kita. Mungkin di saat seperti itu, diam mungkin merupakan cara yang bijaksana. Kerana waktu akan membantu kita
.